Suatu hari saya melakukan perjalanan menggunakan KRL di Jakarta. Saat itu siang hari dan suasana KRL cukup lengang. Mata saya tertuju pada seorang anak kecil laki-laki, umurnya kira-kira 6 tahun. Dia jalan mondar-mandir sambil membawa gitar yang kelihatan besar dibandingkan dengan tubuhnya yang mungil. Dia mengamen dari satu gerbong ke gerbong yang lain. Saya salut dengan semangatnya, dengan susah payah dia mencoba memainkan gitar sambil bernyanyi dengan nada yang benar.
Yang tidak kalah menarik perhatian saya adalah para penjual. Satu per satu penjual lalu lalang menawarkan baju, aksesoris, makanan dan minuman. Memperhatikan bagaimana mereka berjualan, membuat saya melihat betapa kreatifnya mereka untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dagangan mereka diatur sedemikian rupa sesuai kondisi kereta.
Everyday, we wake up, breathe, experience different things..... It's a miracle...!!
Jumat, 15 Juli 2011
Jumat, 01 Juli 2011
Mujizat Tidak Selalu Instan
Ketika orang minta mujizat terjadi, biasanya dia mengharapkan mujizat itu terjadi seketika. Contoh seorang yang sakit keras berdoa kepada Tuhan mohon mujizat kesembuhan, dia berharap langsung sembuh dari sakitnya, orang yang lumpuh langsung bisa berjalan, orang buta seketika bisa melihat.
Kali ini aku mau membagikan mujizat yang aku alami beberapa waktu yang lalu. Saat itu aku sering mengalami sakit perut, tadinya tidak terlalu dirasakan tetapi lama kelamaan sakitnya tidak mau pergi. Setelah periksa ke dokter dan dilakukan pemeriksaan USG di bulan Oktober 2007, ternyata ditemukan kista di kedua ovariumku, kista dengan diameter sekitar 5,7 cm dan 5,6 cm.
Aku pun mulai menjalani terapi. Setelah berkonsultasi dengan dokter akhirnya diputuskan untuk menjalani terapi hormon, pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan operasi yang mempunyai resiko lebih besar. Aku bersyukur dokter Merry yang merawatku adalah seseorang yang sabar, telaten dan selalu memberi semangat, sehingga keinginanku untuk sembuh besar. Ketika aku mulai bosan dengan sakitku, berkeluh kesah dan menangis, orang-orang di sekitarku, keluarga dan teman-teman, selalu memberi kekuatan dan semangat. Sempat aku mengalami pendarahan, saat itu aku merasa putus asa, tetapi dokter, teman-teman, kakak-kakak sampai para keponakan menguatkan dan memberi semangat.
Setahun sudah aku lewati untuk menjalani terapi dan secara rutin berkonsultasi ke dokter. Semakin hari kondisiku semakin membaik dan ukuran kista pun semakin mengecil. Di bulan Oktober 2008 aku menjalani pemeriksaan USG lagi untuk melihat perkembangan kondisiku. Puji Tuhan, hasil USG menunjukkan tidak ditemukan kista di kedua ovariumku.
Ini adalah mujizat dari Tuhan dalam hidupku. Mujizat yang mengajarkan kesabaran, ketekunan dan bagaimana aku beriman kepada Tuhan. Dia yang Maha Kuasa memakai dokter, keluarga dan teman-teman selama aku menjalani proses kesembuhan.
Tuhan itu Maha Kuasa dan selalu punya rencana yang indah dalam hidupku. Terimakasih atas mujizat yang sudah Engkau nyatakan dalam hidupku.
Langganan:
Komentar (Atom)





