Minggu, 04 September 2011

Cita-citaku

"Apa cita-citamu?" Ini pertanyaan yang sering ditanyakan ketika kita masih kecil. Kala itu jawaban kita pun berbeda-beda, meski cita-cita terfavorit adalah dokter, pilot, tentara dan polisi :D.

Waktu kecil aku punya banyak cita-cita, pernah bercita-cita jadi penyanyi, pemusik, pendeta, penulis dan tak ketinggalan aku juga pernah ingin jadi dokter. Maka aku pun pernah mengarang lagu yang tentu saja sekarang sudah nggak aku ingat lagi. Pernah menulis puisi juga tapi entah kemana buku kumpulan puisi yang pernah ditulis, mungkin ikut terbuang ketika kami pindah rumah. Kalau keinginan untuk jadi pendeta karena terpengaruh papa yang adalah seorang pendeta, pekerjaan yang mulia dan banyak membantu orang lain. Keinginan untuk menjadi dokter termasuk yang bertahan lama, masih melekat dalam hatiku sampai SMA. Ketika itu di SMA kelas 2 ada penjurusan A1 untuk konsentrasi ke Fisika, A2 Biologi dan A3 Ilmu Sosial, aku pun memilih A2 demi mencapai cita-citaku jadi dokter. Tetapi setelah prestasi akademikku tidak mendukung untuk pelajaran yang berhubungan dengan Biologi, Kimia dan pelajaran ilmu pengetahuan alam lainnya, akhirnya aku pun membatalkan niatku jadi dokter. Guru adalah jalan hidupku selanjutnya, setelah kuputuskan untuk kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Mama dulu memang seorang guru, tetapi waktu aku kecil entah kenapa dulu profesi itu tidak terlalu menarik. Bahasa Inggris adalah favoritku dan karena itu aku menikmati belajar Bahasa Inggris lebih dalam serta menggapai cita-citaku sebagai guru.

Akhirnya aku lulus sebagai Sarjana Pendidikan dan lahirlah seorang guru baru dengan semangat tinggi. Pekerjaan yang ternyata challanging and interesting. Aku belajar banyak memahami murid-muridku dan merasa sangat bahagia ketika mereka berhasil. Pekerjaan yang berhubungan dengan dunia pendidikan hampir semua pernah aku jalani, dari guru privat, guru Bahasa Inggris SD, guru di kursusan, guru Bahasa Indonesia untuk orang asing, guru baca tulis anak TK, trainer remaja, Director of Studies sampai Center Manager lembaga pendidikan. Aku akan terus mengajar selama masih ada kemampuan dan ada murid yang mau diajar ;).

Saat ini aku berpikir apakah cita-citaku berhenti sampai di sini? Jawabannya adalah tidak. Aku masih ingin punya lembaga pendidikan sendiri dan mengembangkannya. Terus nanti kalau sudah tua dan tidak mampu mengajar lagi, aku ingin jadi seorang penulis. Mungkin akan menulis artikel pendek, cerita atau bahkan menulis buku. Terbayang diriku yang sudah tua, dengan rambut putih dan tangan yang sudah 'buyuten', duduk di depan laptop dan menulis......:D.

Jika diberi kemampuan, umur panjang dan kesehatan oleh Tuhan, aku akan terus mengejar cita-citaku sampai akhir hayat.

Selasa, 30 Agustus 2011

25 Prinsip Hubungan yang Efektif


Berikut ini adalah 25 prinsip hubungan yang efektif yang aku dapat dari mantan atasanku beberapa waktu yang lalu. Semoga bermanfaat :)

  1. PRINSIP LENSA: siapa diri kita menentukan bagaimana kita memandang orang lain.
  2. PRINSIP CERMIN: orang pertama yang harus diperiksa adalah diri kita sendiri.
  3. PRINSIP RASA SAKIT: orang yang terluka melukai orang lain dan mudah terluka oleh orang lain.
  4. PRINSIP PALU: jangan pernah menggunakan sebuah palu untuk memukul lalat di kepala seseorang.
  5. PRINSIP ELEVATOR:  kita bisa mengangkat atau menjatuhkan orang lain dalam hubungan kita.
  6. PRINSIP GAMBARAN BESAR: seluruh penduduk dunia-dengan satu kekecualian kecil-terdiri dari orang lain.
  7. PRINSIP PERTUKARAN: alih-alih menempatkan orang lain pada tempat mereka, kita perlu menempatkan diri sendiri pada tempat mereka.
  8. PRINSIP PEMBELAJARAN:  setiap orang yang kita temui berpotensi mengajarkan sesuatu kepada kita.
  9. PRINSIP KHARISMA: Orang tertarik kepada orang yang tertarik kepada mereka.
  10. PRINSIP TERBAIK: Mempercayai yang terbaik dalam diri orang lain biasanya menarik keluar yang terbaik dari diri mereka.
  11.  PRINSIP KONFRONTASI: peduli kepada orang lain seharusnya mendahului tindakan mengkonfrontasi mereka.
  12.  PRINSIP LANDASAN:  rasa percaya adalah landasan bagi hubungan apa pun.
  13. PRINSIP SITUASI: jangan pernah membiarkan situasi lebih penting daripada hubungan.
  14. PRINSIP BOB: ketika Bob bermasalah dengan setiap orang. Biasanya Bob-lah masalahnya.
  15. PRINSIP DAPAT DIDEKATI:  merasa nyaman dengan diri kita membantu orang lain merasa nyaman dengan diri kita.
  16. PRINSIP LUBANG PERLINDUNGAN: ketika mempersiapkan diri untuk pertempuran, gali lubang perlindungan yg cukup besar untuk seorang teman.
  17. PRINSIP BERKEBUN: semua hubungan memerlukan perawatan.
  18. PRINSIP 101 %: temukan 1% yang kita sepakati dan curahkan 100% usaha kita pada hal itu.
  19. PRINSIP KESABARAN: perjalanan  bersama orang lain lebih lambat daripada perjalanan sendirian.
  20. PRINSIP PERAYAAN: ujian sejati hubungan bukan hanya seberapa setia kita kepada teman-teman kita ketika mereka gagal, melainkan juga seberapa antusias kita ketika mereka berhasil.
  21. PRINSIP JALAN TINGGI: Kita naik ke tingkat yang lebih tinggi ketika kita memperlakukan orang lain dengan lebih baik daripada mereka memperlakukan kita.
  22.  PRINSIP BOOMERANG: ketika kita membantu orang lain, sebenarnya kita membantu diri sendiri.
  23. PRINSIP PERSAHABATAN: dengan asumsi semua hal setara, orang akan bekerja dengan orang yang mereka sukai. Dengan asumsi semua hal tidak setara, orang masih akan bekerja dengan orang yang mereka sukai.
  24. PRINSIP KEMITRAAN: bekerja  sama meningkatkan kemungkinan kemenangan bersama.
  25. PRINSIP KEPUASAN:  dalam hubungan yang cemerlang,  kegembiraaan karena kebersamaan sudah cukup.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Punya SIM untuk apa?

SIM atau Surat Izin Mengemudi diberikan kepada mereka yang memenuhi syarat untuk mengemudikan kendaraaan roda dua, roda empat atau lebih. Biasanya seseorang harus lulus ujian tertulis dan praktek untuk mendapatkan SIM. SIM C untuk pengemudi motor, SIM A untuk pengemudi mobil serta SIM B untuk pengemudi kendaraan umum, bis, truk dan kendaraan besar yang lain.

Di Indonesia  ujian SIM lebih sebagai formalitas. Dengan maraknya para calo dari kaum awam maupun petugas polisi, orang membayar sejumlah uang, tanpa mengikuti ujian, tinggal datang ke kantor polisi untuk foto dan langsung mendapatkan SIM.

Aku punya teman, sepengetahuanku dia tidak bisa naik motor atau pun nyetir. Suatu hari kami bertemu makan siang bersama, dengan bangga dia menceritakan bahwa dia sudah mendapat SIM C dan SIM A. Dia mendapatkan SIM dari layanan pembuatan SIM massal. Aku pun bertanya, "Sekarang sudah bisa naik motor dan nyetir nih?". "O...jangan salah, tentu saja aku nggak bisa naik motor apalagi nyetir mobil. meski punya motor aku nggak pernah naik, tuh motorku nganggur di rumah". "Lho terus, punya SIM untuk apa? Buat nggaya?". "Hehehe buat sewa DVD di rental. Kan keren kalo sewa film terus jaminannya SIM."

Gubraaaaak.......langsung aku tertawa terpingkal-pingkal :D. Kreatif sekali temanku ini, SIM memang bisa dipakai untuk jaminan sewa VCD/DVD.  Setiap kali  sewa film dengan bangga dia bertanya, "Jaminannya boleh  pake SIM? SIM C? SIM A?". Kalau aku kerja di rental itu aku akan bilang, "Maaf mbak, jaminannya harus SIM B." Hahahahahahahaha.......

Dasar temanku yang satu ini memang gokil. Thanks, you have made my day.

Mandarin Duck: What a Beautiful Duck

Suatu hari, saya mengunjungi sebuah kebun binatang di Jawa Timur, tepatnya di Batu Secret Zoo, Jatim Park 2, Batu, Malang. Beraneka fauna bisa ditemukan di kebun binatang, membangkitkan rasa ingin tahu para pengunjung.

Ada satu jenis binatang yang sangat menarik perhatian saya, Mandarin Duck atau Bebek Mandarin. Nama Latin bebek ini adalah Aix Galericulata dan termasuk dalam keluarga burung. Rata-rata panjang bebek ini 43-51 cm; panjang ekor 10,2-10,4 cm; panjang paruhnya kira-kira 27.9 mm.

Belum pernah saya menjumpai bebek yang begitu cantik, bulu yang indah dan begitu mempersona. Ternyata yang saya lihat di kebun binatang tersebut adalah Bebek Mandarin jantan. Yang betina, warna bulunya tidak semenarik yang jantan. Yang jantan lebih warna-warni dan indah.



Bebek Mandarin Jantan

Asal habitat bebek ini adalah di Cina, tetapi bisa juga ditemukan di Rusia, Jepang, Korea Utara, Inggris dan Siberia atau di kebun binatang yang tersebar di beberapa negara.. Di habitat aslinya Bebek Mandarin lebih suka tinggal di hutan dekat air, dimana ada banyak pohon untuk dijadikan sarang mereka.

Saat ini Bebek Mandarin belum termasuk dalam daftar binatang yang terancam punah, tetapi populasi bebek ini semakin sedikit. Salah satu faktor yang mempengaruhi berkurangnya populasi bebek Mandarin adalah penebangan pohon liar yang mempersempit area habitat bebek ini.

Untungnya daging bebek ini tidak enak, jadi Bebek Mandarin tidak menjadi salah satu binatang yang diburu. Semoga bebek Mandarin tidak punah dan  kita masih bisa menikmati keindahannya.

Jumat, 15 Juli 2011

Suatu hari di KRL...

Suatu hari saya melakukan perjalanan menggunakan KRL di Jakarta. Saat itu siang hari dan suasana KRL cukup lengang. Mata saya tertuju pada seorang anak kecil laki-laki, umurnya kira-kira 6 tahun. Dia jalan mondar-mandir sambil membawa gitar yang kelihatan besar dibandingkan dengan tubuhnya yang mungil. Dia mengamen dari satu gerbong ke gerbong yang lain. Saya salut dengan semangatnya, dengan susah payah dia mencoba memainkan gitar sambil bernyanyi dengan nada yang benar.






Yang tidak kalah menarik perhatian saya adalah para penjual. Satu per satu penjual lalu lalang menawarkan baju, aksesoris, makanan dan minuman. Memperhatikan bagaimana mereka berjualan, membuat saya melihat betapa kreatifnya mereka untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dagangan mereka diatur sedemikian rupa sesuai kondisi kereta.








Jumat, 01 Juli 2011

Mujizat Tidak Selalu Instan

Ketika orang minta mujizat terjadi, biasanya dia mengharapkan mujizat itu terjadi seketika. Contoh seorang yang sakit keras berdoa kepada Tuhan mohon mujizat kesembuhan, dia berharap langsung sembuh dari sakitnya, orang yang lumpuh langsung bisa berjalan, orang buta seketika bisa melihat.

Kali ini aku mau membagikan mujizat yang aku alami beberapa waktu yang lalu. Saat itu aku sering mengalami sakit perut, tadinya tidak terlalu dirasakan tetapi lama kelamaan sakitnya tidak mau pergi. Setelah periksa ke dokter dan dilakukan pemeriksaan USG di bulan Oktober 2007, ternyata ditemukan kista di kedua ovariumku, kista dengan diameter sekitar 5,7 cm dan 5,6 cm.



Aku pun mulai menjalani terapi. Setelah berkonsultasi dengan dokter akhirnya diputuskan untuk menjalani terapi hormon, pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan operasi yang mempunyai resiko lebih besar. Aku bersyukur dokter Merry yang merawatku adalah seseorang yang sabar, telaten dan selalu memberi semangat, sehingga keinginanku untuk sembuh besar. Ketika aku mulai bosan dengan sakitku, berkeluh kesah dan menangis, orang-orang di sekitarku, keluarga dan teman-teman, selalu memberi kekuatan dan semangat. Sempat aku mengalami pendarahan, saat itu aku merasa putus asa, tetapi dokter, teman-teman, kakak-kakak sampai para keponakan menguatkan dan memberi semangat.  

Setahun sudah aku lewati untuk menjalani terapi dan secara rutin berkonsultasi ke dokter. Semakin hari kondisiku semakin membaik dan ukuran kista pun semakin mengecil. Di bulan Oktober 2008 aku menjalani pemeriksaan USG lagi untuk melihat perkembangan kondisiku. Puji Tuhan, hasil USG menunjukkan tidak ditemukan kista di kedua ovariumku.



Ini adalah mujizat dari Tuhan dalam hidupku. Mujizat yang mengajarkan kesabaran, ketekunan dan bagaimana aku beriman kepada Tuhan. Dia yang Maha Kuasa memakai dokter, keluarga dan teman-teman selama aku menjalani proses kesembuhan.

Tuhan itu Maha Kuasa dan selalu punya rencana yang indah dalam hidupku. Terimakasih atas mujizat yang sudah Engkau nyatakan dalam hidupku.

Kamis, 23 Juni 2011

Jadi sopir taksi, kenapa tidak?

Ketika naik taksi, beberapa kali saya mengobrol dengan sopir taksi. Kadang-kadang kami ngobrol tentang kondisi lalu lintas, berita aktual sampai suka duka jadi sopir taksi. Ada yang berkeluh kesah tentang susahnya jadi sopir taksi: harus mengejar setoran, dimaki-maki penumpang, atau ketatnya persaingan dengan taksi yang lain. Tetapi ada juga mengungkapkan betapa mereka bersyukur jadi sopir taksi.

Seorang sopir taksi, Pak Tono, menceritakan bahwa sebelumnya dia bekerja di sebuah perusahaan besar dimana dia sering tugas di luar kota. Gaji besar plus insentif dan tunjangan bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Pak Tono menikmati  pekerjaannya karena dia juga suka travelling. Suatu hari dia tugas di luar kota cukup lama dan ketika dia pulang ke rumah anak bungsunya tidak mengenali dia. Begitu sampai di rumah si bungsu memanggilnya dengan sebutan "Om". Saat itu dia merasa sangat sedih dan menyesal karena pekerjaannya membuat anaknya tidak mengenalinya sebagai ayah.

Sejak saat itu dia berpikir pekerjaan apa yang sesuai sehingga dia tetap dekat dengan keluarga. Pak Tono sempat minta dipindahtugaskan di bagian administrasi di kantor pusat, tetapi dia tidak nyaman karena tidak bisa menyalurkan kegemarannya travelling. Akhirnya dia mengundurkan dari tempat kerja dan memutuskan untuk menjadi sopir taksi. "Saya sangat menikmati jadi sopir taksi, karena bisa mengatur sendiri jam kerja saya. Kalau perlu, sewaktu-waktu bisa pulang ke rumah walau cuma sebentar. Saya juga bisa travelling keliling kota sambil mengantar para penumpang. Meski gaji tidak sebesar dulu tapi saya bahagia bisa lebih dekat dengan keluarga".

Seorang sopir taksi yang lain, Pak Deden, berkisah kenapa dia menjadi sopir taksi. Dulu dia bekerja di sebuah perusahaan kayu di Kepulauan Riau, tetapi kayu didapat secara ilegal. Pemilik perusahaan tersebut adalah  seorang petinggi di jajaran aparat negara. Ketika bertugas mengantar kayu-kayu hasil penebangan liar,  dia dan rekan-rekannya pun dibekali senjata api lengkap untuk mencegah para perompak di tengah perjalanan. Setelah beberapa lama Pak Deden menjalani pekerjaan tersebut, hatinya semakin tidak sejahtera, "Saya merasa pekerjaan itu tidak membawa barokah, jadi saya berhenti dan mengadu nasib di ibukota. Akhirnya saya memutuskan jadi sopir taksi. Yang penting pekerjaan ini bisa menghidupi saya dan keluarga. Dan yang lebih penting pekerjaan ini halal".

Ada yang tertarik menjadi sopir taksi??? :)

Apa pun pekerjaan kita, selama pekerjaan itu kita nikmati, tidak merugikan serta membawa kebahagian buat kita dan orang-orang yang kita cintai, kerjakanlah dengan sepenuh hati.

Rabu, 22 Juni 2011

The Beauty of Phuket

 Jajanan di pinggir pantai. Hmmmm......yummy

 Very beautiful

 Sooooo clean

 Nice art

 Broken English but understandable

Wish to visit Phuket again

Selasa, 21 Juni 2011

Sopir Angkot dan Gadis Cantik

Suatu hari Dina naik angkot. Kemudian dia melihat sesuatu yang berbeda, sopir angkot sangat ramah. Pak Sopir selalu mengingatkan para penumpang untuk berhati-hati setiap ada penumpang yang naik maupun turun. Dia juga selalu menunggu penumpang duduk dengan baik baru dia menjalankan angkotnya.

Tidak berapa lama kemudian seorang gadis cantik naik. Pak Sopir pun menyapa dengan ramah,"Hati-hati, mbak. Awas kepala". Si gadis cantik sedang menelpon sambil naik angkot sehingga tidak menghiraukan Pak Sopir. Dalam waktu kira-kira 3 menit si gadis cantik berbicara di telepon, tidak kurang dari 10 kali kata "Kurang Ajar" terucap dari mulut di gadis cantik. Penumpang yang lain pun melirik si gadis, termasuk Dina.

Dalam hati Dina berkata, "Mbak ini cuma cantik penampilan, tapi kata-katanya nggak cantik, coba berkaca deh sama Pak Sopir ini meski tampang preman tapi kata-katanya sopan". (Jakarta, 30 April 2011)

Pergi ke Luar Negeri untuk...

Selama kira-kira 1,5 tahun saya bekerja di Batam, Kepulauan Riau. Letak Pulau Batam tidak jauh dari Singapura, kira-kira 40 km atau kurang dari 1 jam perjalanan dengan ferry.

Saya mulai mengamati, setiap akhir minggu mall di Batam dikunjungi oleh turis dari Singapura. Biasanya mereka berbelanja di supermarket dan toko kebutuhan rumah tangga. Jadi mereka kembali ke Singapura dengan menenteng tas plastik  berisi barang belanjaan. Pemandangan yang tidak biasa saya lihat, orang asing pergi ke negara tetangga untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Mungkin karena barang-barang tersebut lebih murah di Indonesia. 

Pada satu kesempatan saya jalan-jalan di Singapura, pada saat masuk ke ferry saya sedikit heran, kok orang-orang membawa koper? Oh mungkin mereka akan menginap beberapa hari di sana, begitu pikir saya. Setelah berjalan-jalan melihat beberapa museum dan sedikit berbelanja saya kembali ke Batam di hari yang sama.

Saya melihat beberapa orang yang tadi pagi bersama saya naik ferry ke Singapura. Rupanya mereka juga kembali ke Batam. Yang membedakan adalah sekarang koper mereka kelihatan penuh dan berat ditambah beberapa tas belanjaan dari toko-toko baju bermerk.

Orang Singapura ke Batam, Indonesia untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari karena harga yang lebih murah. Orang Indonesia ke Singapura untuk belanja baju dan barang-barang yang bermerk dan pastinya lebih mahal. Hmmmmm ada yang aneh....   (Jakarta, 29 April 2011)

Great Friday, Great Love

People say today is Good Friday, but I say it's Great Friday. Jesus has sacrificed his life to be our redeemer. This is something great, not only good. His unconditional love shows how He loves us. He has shown great love in Great Friday. (Jakarta, 22 April 2011)

Jenuh Saat Otak Penuh

Seorang polisi tiba-tiba menjadi begitu terkenal setelah aksi nge-dance and lip-syncdi pos polisi tersebar di youtube. Wartawan media elektronik dan cetak memuat berita menghebohkan ini. Bahkan tawaran main sinetron pun langsung disambut baik oleh Pak Polisi ini.

Selang beberapa waktu kemudian berkat kejelian seorang wartawan foto, tersebar kabar yang tak kalah hebohnya. Di tengah sidang paripurna DPR, seorang anggota dewan asyik menyaksikan video porno.

Keduanya sama-sama merasa jenuh ditengah-tengah menjalankan tugas, tetapi dampak dari tindakan mereka sangat berbeda. Pak Polisi jadi punya banyak penggemar, meski dia mendapat hukuman nge-dance dan nyanyi di depan rekan-rekannya, tapi dia menjalani dengan senang hati. Sebaliknya, Pak Politisi dikecam berbagai pihak sampai dia mengundurkan diri dari anggota DPR dan masih harus siap dengan konsekuensi atas perbuatannya. Karirnya di dunia politik pun terancam hancur.

Setiap orang yang bekerja pasti pernah merasakan jenuh, otak penuh dengan urusan kerja. Apa yang biasanya kita lakukan di saat-saat seperti itu? Melakukan sesuatu yang menyenangkan tanpa melanggar norma-norma yang berlaku atau nekad melakukan apa saja tanpa peduli dampak atas apa yang dilakukan?

Pilihan ada di diri kita masing-masing. Bagaimana kita menjaga integritas kita bahkan di saat kita jenuh bekerja? (Jakarta, 12 April 2011)

Es Krim atau Bunga Es???

Pada waktu aku masih kecil, aku adalah anak yang selalu ingin tahu dan mencari sesuatu yang baru. Suatu hari mama membeli sebuah lemari es baru. Itu adalah lemari es pertama yang kami miliki. Lemari es satu pintu merk national. Sebagai seorang anak yang berusia 5 tahun, aku terpesona dengan barang baru yang ada di rumah.

Lemari es diletakkan di ruang makan. Saat itu hari Minggu, di rumah sedang sepi, papa sedang pergi, mama sedang istirahat. Pelan-pelan aku buka lemari es baru, wuiiiiih dingin........rasanya nyaman berdiri di depan kulkas yang terbuka. Aku buka freezer,  "Horeeee, ada es krim begitu pikirku." Nantinya aku baru tahu bahwa itu bukan es krim tetapi bunga es yang ada dalam freezer. Tanpa berpikir panjang langsung aku julurkan lidahku ke dalam freezer, ingin segera menikmati es krim yang nikmat. Tapi apa yang terjadi? Ups, lidahku menempel di dalam freezer begitu kuatnya. Spontan aku  menangis dan berusaha berteriak, "Aaaaaaaaaa!!!!!!!!".

Mama terbangun dari tidur siang dan berlari menghampiriku. Mama terkejut melihatku di depan lemari es dengan lidah di menempel di dalam freezer. Karena panik, mama langsung menarik lidahku dan tangisku pun semakin keras. Lidahku berdarah dan mama segera mengambil es batu dan mengompres lidahku untuk menghentikan perdarahan. Setelah kira-kira 1 jam, baru perdarahan berhenti.

Keinginatahuan yang berakibat tangisan dan kesakitan..... Setelah kejadian itu aku tahu bedanya bunga es dan es krim :D.  Pengalaman masa kecil yang tak akan pernah aku lupakan. (Batam, 14 Februari 2011)

Konsekuensi

Ina, seorang anak perempuan, usia 8 tahun. Saat itu dia duduk di kelas 3 SD. Suatu hari, guru di sekolah, Bu Sinta, memberikan PR dan berkata kepada murid-muridnya, termasuk Ina, "Anak-anak, PR Matematika adalah halaman 45 latihan 1 dan 2. Kalian kerjakan di rumah dan besok pagi dikumpulkan. Kalau besok tidak mengumpulkan PR, kalian harus berdiri di depan kelas selama 1 jam pelajaran". Bak kelompok paduan suara anak-anak serentak menjawab, "Baik, Bu Guru". 

Sesampainya di rumah, Ina langsung asyik bermain dengan teman-temannya. Dia tidak ingat PR dan pesan Bu Guru. Ina memang anak yang aktif dan suka bergaul, dia tidak terlalu suka kalau harus duduk diam dan belajar. Keesokan harinya dia sampai di depan sekolah saat bel berbunyi, dia baru teringat bahwa dia belum mengerjakan PR. Tau apa yang dilakukannya?

Dia masuk ke kelas, duduk dan menunggu Bu Sinta masuk kelas. Kemudian terdengar pintu kelas dibuka. Anak-anak menyambut, "Selamat pagi, Bu guru". "Selamat pagi anak-anak", jawab Bu Sinta. Ina langsung beranjak dari bangkunya, berjalan ke depan kelas dan berdiri di depan kelas, dekat papan tulis. Bu Sinta tertegun dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Ina. "Ina, mengapa kamu berdiri di depan kelas?" "Bu, saya lupa nggak ngerjain PR, jadi sekarang saya berdiri di depan kelas." Bu Sinta terdiam sesaat dan berkata, "Baiklah, setelah 1 jam pelajaran kamu boleh duduk. Lain kali ingat mengerjakan PR ya". "Iya, Bu", jawab Ina dengan tenang.

Di dalam hati Bu Sinta berkata, "Anak kecil ini sudah tahu artinya konsekuensi. Ketika dia berbuat kesalahan dia tahu betul konsekuensinya dan bersedia menerima konsekuensi atas kesalahannya".

Mari kita lihat di kehidupan kita sehari-hari, ada orang yang sudah dewasa berbuat salah, menipu, mencuri, atau korupsi. Bukannya sadar akan kesalahan yang sudah diperbuat dan bersedia menerima konsekuensi, tetapi mereka malah menyembunyikan kesalahan mereka, bahkan melarikan diri dari konsekuensi yang harus mereka tanggung.

Belajarlah dari anak kecil ini.

(Batam, 23 Oktober 2010)

Marah

Setiap orang pasti pernah marah dan mengekspresikan marah dengan cara yang bermacam-macam. Ada yang diam sambil pasang muka cemberut, ada yang membanting apa saja yang bisa diraih, ada yang mengungkapkan dengan kata-kata dan nada tinggi bak penyanyi soprano.

Hati-hati mengungkapkan rasa marah kita. Marah sih boleh-boleh saja, asal tidak merugikan dan menyakiti hati orang lain atau bahkan menghambat seseorang untuk berkembang. Seorang teman berkata, "Terlalu sering marah kepada orang lain bisa mengakibatkan orang lain tambah bodoh". Benarkah? Mungkin ada benarnya, kalau seringkali kena marah, seseorang semakin ragu-ragu, takut berbuat salah lagi dan alhasil dia melakukan kesalahan lagi. Ini mengakibatkan orang itu jadi tidak mampu memperbaiki diri.

Selain dari pada itu, orang yang marah akan terkuras energinya, capek bahkan bisa berakibat darah tinggi. Pesan yang akan kita sampaikan mungkin jadi tidak dipahami dengan baik karena orang yang kita marahi keburu ketakutan dan tidak mampu menangkap apa yang kita katakan.



Mari kita tunjukkan rasa marah kita dengan bijaksana. Jelaskan kepada orang yang bersangkutan kenapa kita marah dan bantu dia untuk memperbaiki diri. Kita diberi kemampuan untuk marah oleh Sang Pencipta, pergunakanlah dengan baik. (Batam, 21 Oktober 2010)

Bersyukur

Bersyukur memiliki kekuatan yang luar biasa. Tidak peduli kesedihan yang mendalam atau penderitaan yang berat...ketika kita bersyukur, semuanya lenyap begitu saja. Hidup jadi terasa lebih indah...hati lebih bahagia.

Mari kita bersyukur untuk setiap hal yang kita alami, baik itu suka maupun duka.
(Batam, 19 Oktober 2010)