Sebuah Perbincangan di Parkiran Gereja
Suatu sore di parkiran sebuah gereja, seorang ibu dan anak akan meninggalkan parkiran. Kelihatannya mereka baru saja memeriksakan diri di klinik pengobatan gratis yang rutin diadakan oleh gereja tersebut.
Terjadilah perbincangan singkat antara si anak laki-laki yang berumur kira-kira 8 tahun dengan ibunya:
Anak: "Bu, ini gereja ya?"
Ibu : "Iya, ini gereja.".
Anak: "Kalo gitu ada pastornya ya?"
Ibu : "O bukan. Yang ada pastornya itu gereja Khatolik. Kalau ini gereja Protestan, adanya
pendeta."
pendeta."
Anak: "Oooooo....."
Sebuah pembicaraan singkat yang menggambarkan bagaimana si ibu menjelaskan pluralitas bangsa kita Indonesia. Si ibu yang berjilbab menjelaskan bahwa ada orang Muslimn seperti mereka, ada juga orang Kristen Khatolik dan Kristen Protestan, orang Khatolikdan Protestan sama-sama ke gereja yang satu ada pastornya yang satunya ada pendeta. Si ibu juga merasa tidak ada masalah dengan itu, karena si ibu dan si anak baru saja berobat di klinik pengobatan gratis yang diadakan oleh gereja.
Nilai-nilai pluralitas perlu diajarkan ke generasi penerus bangsa Indonesia supaya anak bangsa ini saling menerima dan menghargai perbedaan. Negara kita ini lahir dari pluralitas, dari suku, bahasa, agama, dan adat istiadat yang berbeda lahirlah INDONESIA.