Senin, 20 Agustus 2012

Leadership


I got these leadership quotes from my former director in 2008. My beloved country, Indonesia, is lack of qualified leaders now, therefore I share quotes about leadership to open our mind. Let's be leaders anywhere we are. Personally I am always willing to learn to be a better leader.

  1. Leadership is courage to put oneself at risk.
  2. Leadership is the passion to make a difference with others.
  3. Leadership is being dissatisfied with the current reality.
  4. Leadership is taking responsibility while others are making excuses.
  5. Leadership is seeing the possibilities in a situation while others are seeing the limitations.
  6. Leadership is the willingness to stand out in a crowd.
  7. Leadership is an open mind , an open heart.
  8. Leadership is the ability to submerge your ego for the sake of what is best.
  9. Leadership is evoking in others the capacity to dream.
  10. Leadership is inspiring others with a vision of what they can contribute.
Yogyakarta, 20 Agustus 2012

Jumat, 03 Agustus 2012

Ramah atau Marah???

Indonesia terkenal karena orang-orangnya yang sopan, suka tersenyum dan membantu. Orang-orang asing yang datang ke Indonesia mengatakan demikian. Dari jaman sekolah dulu saya belajar bahwa nenek moyang kita menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong dan saling membantu. Begitu bangganya saya sebagai bagian dari orang Indonesia yang terkenal karena nilai-nilai positif.

Namum demikian, apa yang terjadi akhir-akhir ini seakan mengobrak-abrik rasa bangga saya sebagai orang Indonesia. Tawuran semakin marak di berbagai tempat, yang kalau ditelusuri sebabnya seringkali tidak jelas bahkan ada juga yang karena termakan gosip, terpancing emosi dan kekerasan pun dijadikan pilihan tanpa mencari bukti dahulu. Bukan hanya anak-anak sekolahan yang notabene masih muda dan dianggap masih labil secara emosi, yang tua pun nggak mau ketinggalan menyuburkan benih-benih kekerasan. Perang antar suku dan antar kampung pun semakin marak.

Beberapa waktu lalu ada berita seorang pencuri motor terluka parah akibat dihakimi massa. Dimana rasa kemanusiaan bangsa ini? Tindakan mencuri bukanlah tindakan yang bisa dibenarkan dan siapa pun yang mencuri harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tetapi memukuli dan menghajar seseorang, bahkan terhadap seorang  pencuri sekalipun, menunjukkan bahwa mereka yang melakukan tindak kekerasan itu tidak lebih baik dari si pencuri.

Lebih menyedihkan lagi, seorang anak putus sekolah dituduh mencuri uang Rp25,000. Dia ditangkap, dipukuli, ditendang, ditampar bahkan diarak keliling kampung, diikat di tiang listrik dan terus dianiaya sampai akhirnya dia meregang nyawa. Apakah uang Rp25,000 sebanding dengan nyawa si bocah?

Kemudian ada kelompok masyarakat yang mengancam dan melakukan tindak kekerasan jika menganggap nilai-nilai yang mereka anut dilanggar. Di sisi lain, pihak kepolisian terkesan tidak berdaya menghadapi ancaman yang dilontarkan dan kekerasan yang mereka lakukan. Ini adalah pembiaran terhadap kekerasan.

Jujur, saya sangat prihatin dengan kondisi ini. Kekerasan seakan-akan bisa jadi jawaban atas suatu masalah dan cara untuk pemaksaan kehendak. Ada yang harus diperbaiki dalam pendidikan moral dan budi pekerti di keluarga, sekolah dan masyarakat.

Anak-anak sekarang sudah terbiasa dengan main game, nonton film dan program televisi yang berbau kekerasan. Ini harus jadi perhatian semua pihak. Orangtua, guru, tokoh masyarakat, toko agama, dan setiap orang yang mencintai bangsa ini, mari kita bekerja sama melawan kekerasan. Jangan biarkan benih-benih kekerasan tumbuh di sekitar kita. Siapa pun kita, apa pun pekerjaan kita.....merupakan tanggung jawab kita untuk menebarkan dan menumbuhkan benih-benih kedamaian.

Lembaga pemerintah maupun swasta, lembaga agama dan pendidikan, penegak hukum, perusahaan, mari melandaskan organisasi kita dengan prinsip-prinsip moral dan budi pekerti, buatlah sistem yang meminimalkan celah terhadap terjadinya kekerasan.

Jadilah bangsa yang terkenal karena keramahannya bukan karena kemarahannya.