Sahabat buatku adalah seseorang yang spesial, bahkan terkadang jadi lebih dekat daripada keluarga. Ada hal-hal yang tidak diceritakan ke keluarga, tetapi aku share ke sahabat.
Kehilangan sahabat karena dia dipanggil Tuhan itu menyedihkan. Ketika seorang sahabatku dipanggil Tuhan karena kanker, aku merasa kehilangan teman curhat, penasehat dan seseorang yang selalu memberi support. Rasanya seperti sebagian dari diriku ikut hilang.
Kemudian hadir sahabat lain yang hadir dalam hidupku. Aku bersyukur untuk dia yang jadi teman ngobrol dan bertengkar.
Tetapi kemudian dia yang dulu dekat, terasa jauh, aku terus mencoba untuk berkomunikasi. Dan semakin aku berusaha, semakin terasa dirimu menjauh. Aku tidak pernah dengan sengaja menyakitimu. Tapi kalau aku sudah menyakitimu, maafkan diriku. Maafkan aku yang tidak bisa memenuhi harapanmu. Kehilangan sahabat kali ini rasanya lebih hebat lagi, sebagian nyawa dan semangat hidupku terasa menguap.....terasa hampa dan kosong sampai2 aku langsung mencari seseorang untuk jadi konselorku.
Aku juga pernah sakit hati karenamu tapi itu sudah jadi bagian dari masa lalu, dan aku sudah memaafkanmu. Aku tetap rindu berhubungan baik denganmu, sama sekali tidak ada dendam.
Doaku suatu saat nanti hubungan yang rusak ini dipulihkan. Namamu selalu hadir dalam doaku. Aku ingin tetap begitu, tetap setia mendoakanmu. Aku berharap sebelum maut memisahkan kita, kita berdamai.
Sahabatku, engkau selalu di hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar