Minggu, 03 Agustus 2014

Sapaan Di Pagi hari Yang Menyejukkan Hati

Sebagai anak kos yang nggak bisa dan nggak suka masak, aku sering beli makan di warung, kedai atau restoran. Ada sebuah warung makan di dekat rumah, langgananku setiap hari Sabtu. Kalau hari Sabtu aku ke kantor lebih awal, sekitar jam 8 atau 9, tempat makan di mall tempatku bekerja belum buka, jadi biasanya aku beli makan di warung itu. Nama warungnya Yestoya, kepanjangannya YESus TOlong saYa. Menarik kan?

Yang menarik bukan saja nama warungnya tetapi juga tante yang jualan di warung. Seorang wanita usia 50an yang ramah kepada semua pembeli. Suatu pagi, saat sedang antri, ada seorang ibu tua yang ikut antri, dari barang-barang yang dibawa kita tahu bahwa si ibu tersebut adalah seorang pemulung. Setelah si ibu ini ada seorang ibu lain datang untuk beli sarapan, dia datang pakai mobil dan kelihatan terburu-buru minta segera dilayani. Si tante pemilik warung dengan senyum berkata, “Sebentar ya saya melayani ibu ini dulu”. Ketika si ibu pemulung mau membayar, si tante menolak dengan halus, “Udah nggak usah”.

Si tante melayani setiap pembeli dengan ramah, tidak pandang si pembeli datang jalan kaki, naik motor atau naik mobil, pemulung atau orang kaya, semua dilayani dengan ramah dan senyum. Setiap kali selesai melayani pembeli, dua kalimat yang selalu diucapkan, “Terimakasih. Tuhan berkati”. Sejuk terasa di hati mendengarnya. Coba bandingkan ketika kita belanja di mini market, biasanya penjaga toko berkata, “Terimakasih. Silahkan berbelanja kembali”.

Selama Warung Yestoya dekat rumah masih buka, aku akan jadi pelanggan setia. Karena setiap kali beli sarapan aku dapat bonus, diingatkan bahwa Tuhan memberkati kita J.


Surabaya, 3 Agustus 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar