Selasa, 21 Juni 2011

Jenuh Saat Otak Penuh

Seorang polisi tiba-tiba menjadi begitu terkenal setelah aksi nge-dance and lip-syncdi pos polisi tersebar di youtube. Wartawan media elektronik dan cetak memuat berita menghebohkan ini. Bahkan tawaran main sinetron pun langsung disambut baik oleh Pak Polisi ini.

Selang beberapa waktu kemudian berkat kejelian seorang wartawan foto, tersebar kabar yang tak kalah hebohnya. Di tengah sidang paripurna DPR, seorang anggota dewan asyik menyaksikan video porno.

Keduanya sama-sama merasa jenuh ditengah-tengah menjalankan tugas, tetapi dampak dari tindakan mereka sangat berbeda. Pak Polisi jadi punya banyak penggemar, meski dia mendapat hukuman nge-dance dan nyanyi di depan rekan-rekannya, tapi dia menjalani dengan senang hati. Sebaliknya, Pak Politisi dikecam berbagai pihak sampai dia mengundurkan diri dari anggota DPR dan masih harus siap dengan konsekuensi atas perbuatannya. Karirnya di dunia politik pun terancam hancur.

Setiap orang yang bekerja pasti pernah merasakan jenuh, otak penuh dengan urusan kerja. Apa yang biasanya kita lakukan di saat-saat seperti itu? Melakukan sesuatu yang menyenangkan tanpa melanggar norma-norma yang berlaku atau nekad melakukan apa saja tanpa peduli dampak atas apa yang dilakukan?

Pilihan ada di diri kita masing-masing. Bagaimana kita menjaga integritas kita bahkan di saat kita jenuh bekerja? (Jakarta, 12 April 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar