Selasa, 21 Juni 2011

Konsekuensi

Ina, seorang anak perempuan, usia 8 tahun. Saat itu dia duduk di kelas 3 SD. Suatu hari, guru di sekolah, Bu Sinta, memberikan PR dan berkata kepada murid-muridnya, termasuk Ina, "Anak-anak, PR Matematika adalah halaman 45 latihan 1 dan 2. Kalian kerjakan di rumah dan besok pagi dikumpulkan. Kalau besok tidak mengumpulkan PR, kalian harus berdiri di depan kelas selama 1 jam pelajaran". Bak kelompok paduan suara anak-anak serentak menjawab, "Baik, Bu Guru". 

Sesampainya di rumah, Ina langsung asyik bermain dengan teman-temannya. Dia tidak ingat PR dan pesan Bu Guru. Ina memang anak yang aktif dan suka bergaul, dia tidak terlalu suka kalau harus duduk diam dan belajar. Keesokan harinya dia sampai di depan sekolah saat bel berbunyi, dia baru teringat bahwa dia belum mengerjakan PR. Tau apa yang dilakukannya?

Dia masuk ke kelas, duduk dan menunggu Bu Sinta masuk kelas. Kemudian terdengar pintu kelas dibuka. Anak-anak menyambut, "Selamat pagi, Bu guru". "Selamat pagi anak-anak", jawab Bu Sinta. Ina langsung beranjak dari bangkunya, berjalan ke depan kelas dan berdiri di depan kelas, dekat papan tulis. Bu Sinta tertegun dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Ina. "Ina, mengapa kamu berdiri di depan kelas?" "Bu, saya lupa nggak ngerjain PR, jadi sekarang saya berdiri di depan kelas." Bu Sinta terdiam sesaat dan berkata, "Baiklah, setelah 1 jam pelajaran kamu boleh duduk. Lain kali ingat mengerjakan PR ya". "Iya, Bu", jawab Ina dengan tenang.

Di dalam hati Bu Sinta berkata, "Anak kecil ini sudah tahu artinya konsekuensi. Ketika dia berbuat kesalahan dia tahu betul konsekuensinya dan bersedia menerima konsekuensi atas kesalahannya".

Mari kita lihat di kehidupan kita sehari-hari, ada orang yang sudah dewasa berbuat salah, menipu, mencuri, atau korupsi. Bukannya sadar akan kesalahan yang sudah diperbuat dan bersedia menerima konsekuensi, tetapi mereka malah menyembunyikan kesalahan mereka, bahkan melarikan diri dari konsekuensi yang harus mereka tanggung.

Belajarlah dari anak kecil ini.

(Batam, 23 Oktober 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar